Mengenal Eko Supriyanto, Mantan Penari Latar Madonna
Eko Supriyanto, Mantan Penari Latar Madonna Kini Menjadi Dokter.
Eko Supriyanto, pada umur 48 tahun beliau behasil lulus dalam ujian promosi gelar doktoral di Institut Seni Indonesia ( ISI ) Surakarta. Acaranya berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Sidang yang dipimpin Rektor ISI Dr. Guntur, M. Hum.
itu beranggotakan
- Dr Zulkarnain Mistortoify, M.Hum,
- Prof DR Rahayu Supanggah,
- Prof. Dr. Pande Made Sukerta, S.Kar., M.Si,
- Prof Sardono W Kusumo,
- Prof. Dr. Hj. Sri Rochana Widyastutieningrum, S.Kar., M.Hu.m,
- Prof. Dr. Nanik Sri Prihatini, S.Kar, M.Si, DR. Sal Murgiyanto,
- Nyak Ina Raseuki
Ini adalah nama-nama orang besar di dunia seni tari dan pertunjukan.
Acara tersebut dimulai jam 20.00 WIB dan di awali dengan pertunjukan tarian tunggal berjudul SALT, dan di lanjutkannya sidang pertanggungjawaban karya dan berakhir pada pukul 23.30.
Malam itu selama sekitar satu jam Eko Supriyanto membawakan SALT dalam tiga bagian yakni Barakuda, Jathilan, dan Cakalele. SALT merupakan bagian terakhir dari Trilogi Dancing Jailolo. Dua karya yang di tampilan sebelumnya yaitu Cry Jailolo ( 2013 ) dan BalaBala ( 2015 ). Ketiga kesenian tersebut merupakan riset dari daerah Jailolo, Maluku Utara. Cry Jailolo dan Balabala biasanya di pertunjukan oleh putri putri asli dari Halmahera Barat, telah dipentasakan dalam 20-an panggung pertunjukan di Asia, Australia, dan Eropa.
Berbeda dengan dua tarian sebelumnya, SALT yang di tarikan solo oleh Eko Supriyanto ini mengambil bentuk tarian Jawa. Eko menghubungkan warisan budaya jawa dengan budaya maritim.
Bagi Eko Supriyanto pendidikan formal nampaknya adalah anugrah dari yang maha kuasa untuk dirinya yang berasal dari seorang penari, pencipta tari, dan dan apalagi sebagai pengajar tari. Gelar Doktor Bidang Penciptaan Seni Pertunjukkan dari ISI Surakarta malam itu di berikan kepadanya yang adalah gelar kedua. Gelar ini mengenapkan pendidikan formalnya yang pernah beliau tempuh di University of California Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat.
Dengan pendidikannya yang di sebut double doctor itu Eko mengakui tidak bisa berbagi pengalaman-pengalaman sebagai penari dana pencipta tarian. Termasuk Eko pernah menjadi penari latar diva pop dunia Madonna 2001. Menurut Eko, menari pada konser Madonna merupakan salah satu moment yang tidak bisa dia lupakan karena konser itu adalah konser diva pop dunia ke lebih dari 40-an negara dalam perusahaan intertainment besar.
Bacalah kelanjutannya...
Sumber : akurat.co


Komentar
Posting Komentar